Senin, 26 Maret 2012

ingkari kita

setitik air mata itu, entah kepedihan entah kebahagiaan
aku cukup menelannya mentah mentah
sambil membayangkanmu masih ada untukku genggam
ini bukan saja karna kau mengilang
tapi lebih dari perasaan tulus ini
yang seharusnya tak ada
kau itu bisa saja datang
tapi kau pergi
kau itu bisa saja pergi
tapi kau datang
dunia ini terlalu sempit untuk berambisi mendapatkanmu
pergilah saja..
lalu ingkarilah kita

sun-day


Kamis, 22 Maret 2012

berserak pasrah

yang berserak bersama pasrah
yang beradu bersama ombak
yang berayun bersama jangkar
yang beradu bersama angin
yang beranjak bersama angan
yang berbaur bersama kelabu
dan
yang mengalun bersama nada
mungkin itu aku yang berusaha membiasakanmu berlalu

Senin, 19 Maret 2012

kaldera


di kaldera itu kau berjanji
akan terus setia sampai aku mati
di kaldera itu kau berlutut
agar kau slalu sedia tak lagi bersungut
di kaldera itu kau berambisi
memilikiku lagi
layaknya
aku yang pernah menginginkanmu
seperti lautan
daratan tempat ia bernaung
aku membutuhkanmu
seperti anak gajah yang masih suka bermain remah
dan disaat saat tertentu
perpisahan yang tlah menunggu
perpisahan yang slalu membutuhkan waktu
demi masa
miliki aku sepenuhnya
sampai kau tak lagi mampu merengkuhku
sampai
kau dan aku
syahdu..

Sabtu, 17 Maret 2012

ribuan lonceng

masihkah kau ada mengitari janjimu yang selalu kau tebar di jalan jalan menuju kita
atau hanya sekedar ada aku di sana menunggumu hadir
pikiranku terus saja bercengkerama dengan angin
merasakan degub jantungku sendiri
ada ribuan lonceng bernyanyi
menawarkan keriyuhan alam
indah jernih dan bersinergi
tentang kita yang ada disana
atau hanya aku

leo me


Rabu, 14 Maret 2012

a day

membuat segalanya baik, tak semudah perkiraan
membuat semuanya baik baik saja pun belum tentu baik
aku ingin sekali meninggalkanmu
mengingat betapa sakitnya ini
dan berlalu dan terus menatap ke depan

Senin, 12 Maret 2012

angin putih

ia merekah dari hitam menuju putih lubuk hati
mengaliri sungai sungai dahaga
meramu madu menjadi rindu
nadamu mengalun syahdu mengiringi ilalang halus berdendang
kau tahu angin putih
salah satu tempat bermuaramu adalah hatiku
dimana hanya ada kau dan aku
tanpa telinga tanpa mata
hanya kita dan perasaan yang terus saja bergelut
nyanyikan suara damaimu
agar tak ada lagi gelisah berawan
mendung menggelundung dan petir halilintar mengerang..
angin putih dan pantai biru yang akan slalu bersanding
seperti kita
kau dan aku

Sabtu, 10 Maret 2012

kamu

membaca pikiranmu lalu berlari
menuanginya dengan segenggam matahari
kamu melulu malu dibalik awan
dan burung gereja hinggap di jemarimu
lalu menghilang di balik senyum manis sang cakrawala
kamu
beri aku waktu lagi untuk mampu memandangmu
Ada kesalahan di dalam gadget ini