Jumat, 13 April 2012

mimpi yang pernah luber

mungkin saja entah
akupun lelah mau dikata
racun
minum saja racun tiap hari
aku tak akan mati
ringkih tapi terus mengikuti candu
jatuh sudah makanan seharianku
bukan karna aku tak mampu menatap jalanku
mataku masih dipenuhi mimpi kita yang meluber itu
berjatuhan
menggelinjang
tapi kau tahu persis seperti saat kita mengkhayal lalu menangis
ini saatnya jatuh berserakan mengutip sgalanya kita dulu lalu pergi
saat hanya bisa menatapmu sekarang
lalu bersedih
lalu pergi
lagi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini