Kamis, 04 November 2010

merapi berhenti

kapankah engkau wahai merapi berhenti berdetak? sudah sangat sedih mendengar beritamu mengeluarkan wedus gembel lagi. wahai merapi cepatlah jinak. karena saudara saudaraku di Yogyakarta dan sekitarnya sudah sangat tersakiti, wahai merapi kapan kau mau berhenti??

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini